Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Membaca Insiden Tertabraknya Driver Ojol Dalam Aksi Demonstrasi di DPR RI Menggunakan Perspektif Foucault dan Habermas

Insiden tertabraknya seorang pengemudi ojek online oleh kendaraan taktis Brimob dalam aksi demonstrasi di DPR RI pada 28 Agustus kemarin tidak dapat hanya dipandang sebagai kecelakaan lalu lintas semata.  Jika menggunakan perspektif Michel Foucault, peristiwa ini merupakan konsekuensi logis dari hadirnya aparatus disiplin negara di ruang publik.  Mobil barakuda tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengamanan, melainkan simbol kekuasaan yang ditujukan untuk mendisiplinkan tubuh-tubuh warga melalui rasa takut. Kekerasan yang dialami masyarakat sipil, baik langsung maupun tidak langsung, memperlihatkan bagaimana negara cenderung memprioritaskan logika kontrol ketimbang keselamatan warga.  Di sisi lain, Jourgen Habermas akan menafsirkan insiden ini sebagai bentuk distorsi komunikasi antara negara dan masyarakat.  Demonstrasi sebagai ruang publik semestinya menjadi arena dialog rasional antara warga dan pemerintah, namun kehadiran barakuda justru menutup ruang diskursus d...

Lima Mahasiswa Tahanan Kota Sampaikan Permintaan Maaf kepada Wali Kota Semarang

LPM Reference — Lima mahasiswa yang ditetapkan sebagai tahanan kota akibat kerusuhan dalam aksi May Day, kini menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Wali Kota Semarang, Agustina. Pertemuan berlangsung di Kantor Balai Kota Semarang, Selasa (8/7/2025). Kelima mahasiswa tersebut yakni Muhammad Akmal Sajid, Kemal Maulana, Afta Dhiaulhaq Al Falis, Jovan, dan Afrizal. Mereka didampingi oleh Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam audiensi tersebut. Dalam kesempatan itu, Afta mewakili rekan-rekannya menyampaikan penyesalan atas tindakan yang dilakukan saat aksi berlangsung. "Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena telah merusak aset milik Pemerintah Kota Semarang. Saya menyesal dan ingin memperbaiki diri serta tidak mengulangi perbuatan yang sama," ujar Afta. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Agustina menyampaikan bahwa pemerintah tidak melarang mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi, namun perlu ada kesadaran tentang bata...