Skip to main content

IMAM RISDIYANTO : BACA BUKU, BARU MENULIS



LPM REFERENCE - Jumat (14/04), Imam Risdiyanto manager sekaligus editor penerbitan Bentang, mengisi workhsop jurnalistik yang merupakan salahsatu rangkaian acara dari kegiatan yang diadakan  Rahim Bangsa. Bertempat di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), para peserta begitu antusias mengikuti acara dengan berbagai pertanyaan pada Imam. Sesuai acara crew Reference berhasil menemui Imam dan berbicangan mengenai menulis bagi mahasiswa.

Ia mengatakan bahwa menulis adalah bagian dari mengungkapkan gagasan layaknya berorasi atau berbicara dan itu dibutuhkan mahasiswa, sehingga civitas akademika mendorong mahasiswanya untuk menulis dalam kerangka akademik. “ Contoh dari dorongan civitas akademik dalam penulisan adalah dengan memberikan tugas makalah atau pun skripsi, namun mahasiswa melihat itu sebagai beban sehingga rawan plagiasi,” tuturnya.

Bagi Imam untuk bisa menulis  sebenarnya tidak ada teknik khusus  yang ada hanya praktek dan praktek. Karena pada dasarnya ketika awal masuk kuliah sudah mendapat mata kuliah Bahasa Indonesia. “ Pelajaran Bahasa Indoensia sebagai modal awalnya tinggal prakteknya saja,” ujar pria berkacmata ini. Ia juga berharap mahasiswa bisa lebih dekat dengan buku karena menulis adalah lanjutan dari membaca. “Mahasiswa yang penting baca dulu baru kemudian menulis, karena setelah membaca akan menemukan ide menulis,” pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Fenomena Bahasa Campur-Campur ala “Anak Jaksel”

Gambar 1.1. Contoh meme yang membahas karakteristik “anak Jaksel”. Belakangan ini media sosial seperti Twitter dan Instagram ramai menyinggung fenomena tentang bentuk komunikasi yang terkenal kerap menyisipkan bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia. Cara bicara tersebut dianggap sebagai gaya bahasa anak-anak yang tinggal di Jakarta Selatan atau biasa disebut “a nak Jaksel ” . Kata yang umum dipakai antara lain adalah which is (yang), literally (secara harfiah), at least (minimal), even (bahkan), dan lain-lain. Gaya bahasa tersebut pun makin populer karena banyak selebrit as , pegiat Twitter, pegiat Instagram, dan pegiat Youtube atau video bloger juga menggunakan gaya bahasa tersebut dalam konten-konten yang mereka buat, sehingga makin marak diperbincangkan di kalangan warganet , yakni seseorang yang aktif mengakses internet, khususnya media sosial dalam kesehariannya. Mengutip tulisan tirto.id berjudul Gaya Bahasa ala “ A nak Jaksel” di Kalangan Pejabat

Suatu Pembelajaran dari “Your Lie in April”

Sumber foto: Meownime.com Judul Anime   : Shigatsu wa Kimi no Uso Genre              : Drama, Roman, Musik Sutradara       : Kyohei Ishiguro Produser         : A-1 Pictures Rilis                 : 10 Oktober 2014 Episode           : 22 Durasi             : 22 Menit per Episode Peresensi        : Afief Zainul Anime Your Lie in April atau lebih dikenal dengan nama aslinya Shigatsu wa Kimi no Uso (harfiah: Kebohonganmu di Bulan April ) layak menjadi sebagai salah satu anime terbaik. Pasalnya, anime ini mempunyai alur cerita yang mengesankan dengan dipadu sajian sinematik dan musik yang menarik. Anime bergenre roman, drama, dan musik ini mampu menggugah simpati penontonnya. Wajar anime ini sampai sekarang dijadikan rekomendasi bagi penyuka anime drama. Anime yang diadaptasi dari serial manga Jepang ini pertama kali disiarkan pada Oktober 2014. Selang dua tahun, anime ini memenangkan penghargaan 2016 Sugoi Japan Awards kategori serial anime TV. Anime in

Lorong Kehidupan

Ilustrasi Sebuah lorong ~ Oleh : Rilliani salma ~ Pada malam itu, Aku berada di sebuah lorong panjang Berjalan dengan suasana sepi sunyi, Lorong itu seperti tak berujung, Aku terus menelusuri lorong gelap itu dengan seorang diri, Jalannya yang penuh dengan lumpur , Memaksakan aku untuk berjalan dengan sekuat tenaga. Aku berhenti, Bukan karena tak mampu meneruskannya, Aku hanya bingung siapa gadis itu, Aku perhatikan saksama gadis yang sedang duduk, Duduk dalam kesunyian lorong panjang ini. Gadis itu menunduk, Lalu ia berkata "bukankah kau berkata lorong ini tak berujung?" Aku hanya diam seribu bahasa seolah tak mengerti, "jika lorong ini tak berujung untuk apa kau trus menelusuri?" Lagi dan lagi aku diam seribu bahasa, Mencoba memahami maksudnya. "lorong ini adalah lorong kehidupanmu" "Sunyi, gelap, dan berlumpur tapi lorong ini menuju taman bunga" Dia menoleh kepadaku, Aku tersentak! Aku buka mataku dan ta