Skip to main content

Seminar Nasional Kemnaker: Plan Your Future, sebagai persiapan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja



 http://www.lpmreference.com

LPM Reference-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Ciptakan Kompetensi Mahasiswa pada Persiapan Persaingan Memasuki Dunia Kerja”  bertempat di gedung Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (14/11/2023).

Seminar ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang, Dr. Achmad Arief Budiman, M.Ag, Wakil Dekan lll FISIP UIN Walisongo, Dr. H. Moh. Khasan, M.Ag, serta para Mahasiswa dari berbagai elemen, baik ormawa, delegasi, serta Mahasiswa umum UIN Walisongo.

Seminar nasional ini merupakan bentuk perhatian dari HMJ Sosiologi akan pentingnya mempersiapkan keterampilan dan pengetahuan para Mahasiswa dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

Pada seminar kali ini,  HMJ Sosiologi menghadirkan tiga narasumber hebat dan berpengalaman dalam dunia kerja, seperti Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, selaku Staff Ahli Kementerian Ketenagakerjaan RI, M. IP, H. Arnaz Agung Andrarasmara, SE. MM. Ketua Kadin Kota Semarang, Cana Paranita selaku CEO Level Up by Amoeba Telkom Indonesia.

Casiono dalam sesi pemaparan materi juga menjelaskan tentang adanya bonus demografi yang dipresentasikan terjadi pada tahun 2023. Menurutnya, bonus demografi dapat dijadikan peluang bagi gen Z untuk mengembangkan inovasi baru dalam dunia kerja.

“Gen Z sering identik dengan kebebasan dan tidak mau diatur atau di kekang, mereka akan cenderung menyukai pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya fleksibel seperti menjadi influencer, youtuber, dan conten creator”, imbuh Casiono.

Selain Casiono, terdapat juga dua pemateri lain yang turut menjelaskan tips dan trik untuk mempersiapkan potensi diri dalam memasuki dunia kerja yang semakin ketat dengan memanfaatkan peluang-peluang dengan baik.

Seminar nasional ini berjalan dengan sukses dan diharapkan mampu menumbuhkan jiwa-jiwa semangat bagi para Mahasiswa untuk selalu mengmbangkan soft skill dan hard skill yang dimiliki, guna mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.

Reporter  : Miftachul Jannah

Redaktur : Amelia Yossyi Syafitri

Comments

Popular posts from this blog

Kecewa UKT Mahal, MABA FISIP Gelar Unjuk Rasa di Depan WR 3

      http://www.lpmreference.com Hari terakhir PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan) menjadi momentum Mahasiswa baru (Maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk unjuk rasa terkait mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Realisasi Program Ma'had tepat di depan Wakil Rektor 3, Minggu 6 Agustus 2023. Aksi yang bertempat di depan Land Mark Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tersebut di latar belakangi atas ketidakkepuasan MABA FISIP tentang UKT yang begitu mahal, UKT yang tidak tepat sasaran dan Realisasi Program Ma'had yang masih jauh dari kata memuaskan untuk para MABA. Massa Aksi membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tolak Komersialisasi Pendidikan, Tolong Kami", "Regulasi Ma'had ugal-ugalan pelan-pelan pak Rektor". Aksi yang berlangsung pada pukul 17.20 WIB, secara kebetulan tepat berada di depan Wakil Rektor 3 yaitu  Achmad Arief Budiman dan disaksikan oleh nya secara langsung. "Mari kita kawal bersama adek-adek

Fenomena Bahasa Campur-Campur ala “Anak Jaksel”

Gambar 1.1. Contoh meme yang membahas karakteristik “anak Jaksel”. Belakangan ini media sosial seperti Twitter dan Instagram ramai menyinggung fenomena tentang bentuk komunikasi yang terkenal kerap menyisipkan bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia. Cara bicara tersebut dianggap sebagai gaya bahasa anak-anak yang tinggal di Jakarta Selatan atau biasa disebut “a nak Jaksel ” . Kata yang umum dipakai antara lain adalah which is (yang), literally (secara harfiah), at least (minimal), even (bahkan), dan lain-lain. Gaya bahasa tersebut pun makin populer karena banyak selebrit as , pegiat Twitter, pegiat Instagram, dan pegiat Youtube atau video bloger juga menggunakan gaya bahasa tersebut dalam konten-konten yang mereka buat, sehingga makin marak diperbincangkan di kalangan warganet , yakni seseorang yang aktif mengakses internet, khususnya media sosial dalam kesehariannya. Mengutip tulisan tirto.id berjudul Gaya Bahasa ala “ A nak Jaksel” di Kalangan Pejabat

Kampus UIN Walisongo disebut Anti Kritik, Begini Tanggapan Mahasiswa Baru Sosiologi 2023

      http://www.lpmreference.com Kampus UIN Walisongo Semarang disebut anti kritik, hal ini diungkapkan  mahasiswa baru Sosiologi angkatan 2023. Baru-baru ini, pada pelaksanaan hari pertama PBAK terpantau ada spanduk yang terpasang di sekitar gedung FISIP UIN Walisongo Semarang diturunkan oleh pihak kampus. Spanduk tersebut berisi kritik terhadap kebijakan kampus seperti isu UKT, isu ma'had, komersialisasi pendidikan dan sebagainya.  "Bahwa pihak kampus telah membatasi ruang kebebasan ekspresi untuk mahasiswa menyuarakan suaranya." Padahal kampus seharusnya menjadi tempat pendidikan yang merdeka bagi para Mahasiswa, " ungkap Kia Mahasiswa Baru Sosiologi 2023.  Menurut Kia, bahwa adanya sebuah kritik justru akan membuat kampus menjadi lebih baik. Bukan malah dibungkam seperti itu.  Sementara itu, Gibran, Mahasiswa baru Sosiologi 2023 mengatakan bahwa isu ma'had merupakan hal yang paling krusial dan patut kita kawal bersama-sama. Namun tidak pernah  mendapatkan pe