Skip to main content

Peduli Kesehatan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bagikan Masker

 

Dokumentasi pembagian masker (dokumentasi pribadi)

LPMReference.com,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN RDR) kelompok 67 Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang tahun 2020, Sukma Ayu Widiastuti, melaksanakan kegiatan pembagian APD (alat pelindung diri) yang berupa masker medis di lingkungan tempat tinggalnya, Widuri 1 Kecamatan Genuk Kota Semarang, Selasa (17 /11/2020).

Pembagian APD ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat akan adanya covid 19. Sehingga Masyarakat akan semakin sadar dan mengindahkan kebijakan protokol kesehatan demi terputusnya rantai penyebaran virus corona. Pembagian masker ini ditujukan pada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga Dewasa.

Salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan pengabdian mahasiswa KKN terhadap masyarakat. Tujuannya untuk mengingatkan warga masyarakat khususnya di wilayah pengabdian tentang pentingnya disiplin memakai masker pada saat beraktivitas di luar rumah.

“Pembagian masker medis ini merupakan bentuk pengabdian  KKN dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Di sela-sela pembagian kami juga melakukan sosialisasi terhadap para warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan agar dapat sadar akan bahaya virus Corona,” paparnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Suwadi salah satu warga Widuri 1 mengucapkan terimakasih dan berharap berakhirnya pandemi.  

"Terimakasih untuk mbak Sukma Ayu, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang telah membagikan masker medis, semoga pandemi ini segera berakhir", tuturnya.


Pewarta : Sukma ayu widiastuti

Redaktur : Fuizah

Comments

Popular posts from this blog

Fenomena Bahasa Campur-Campur ala “Anak Jaksel”

Gambar 1.1. Contoh meme yang membahas karakteristik “anak Jaksel”. Belakangan ini media sosial seperti Twitter dan Instagram ramai menyinggung fenomena tentang bentuk komunikasi yang terkenal kerap menyisipkan bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia. Cara bicara tersebut dianggap sebagai gaya bahasa anak-anak yang tinggal di Jakarta Selatan atau biasa disebut “a nak Jaksel ” . Kata yang umum dipakai antara lain adalah which is (yang), literally (secara harfiah), at least (minimal), even (bahkan), dan lain-lain. Gaya bahasa tersebut pun makin populer karena banyak selebrit as , pegiat Twitter, pegiat Instagram, dan pegiat Youtube atau video bloger juga menggunakan gaya bahasa tersebut dalam konten-konten yang mereka buat, sehingga makin marak diperbincangkan di kalangan warganet , yakni seseorang yang aktif mengakses internet, khususnya media sosial dalam kesehariannya. Mengutip tulisan tirto.id berjudul Gaya Bahasa ala “ A nak Jaksel” di Kalangan Pejabat

Suatu Pembelajaran dari “Your Lie in April”

Sumber foto: Meownime.com Judul Anime   : Shigatsu wa Kimi no Uso Genre              : Drama, Roman, Musik Sutradara       : Kyohei Ishiguro Produser         : A-1 Pictures Rilis                 : 10 Oktober 2014 Episode           : 22 Durasi             : 22 Menit per Episode Peresensi        : Afief Zainul Anime Your Lie in April atau lebih dikenal dengan nama aslinya Shigatsu wa Kimi no Uso (harfiah: Kebohonganmu di Bulan April ) layak menjadi sebagai salah satu anime terbaik. Pasalnya, anime ini mempunyai alur cerita yang mengesankan dengan dipadu sajian sinematik dan musik yang menarik. Anime bergenre roman, drama, dan musik ini mampu menggugah simpati penontonnya. Wajar anime ini sampai sekarang dijadikan rekomendasi bagi penyuka anime drama. Anime yang diadaptasi dari serial manga Jepang ini pertama kali disiarkan pada Oktober 2014. Selang dua tahun, anime ini memenangkan penghargaan 2016 Sugoi Japan Awards kategori serial anime TV. Anime in

Lorong Kehidupan

Ilustrasi Sebuah lorong ~ Oleh : Rilliani salma ~ Pada malam itu, Aku berada di sebuah lorong panjang Berjalan dengan suasana sepi sunyi, Lorong itu seperti tak berujung, Aku terus menelusuri lorong gelap itu dengan seorang diri, Jalannya yang penuh dengan lumpur , Memaksakan aku untuk berjalan dengan sekuat tenaga. Aku berhenti, Bukan karena tak mampu meneruskannya, Aku hanya bingung siapa gadis itu, Aku perhatikan saksama gadis yang sedang duduk, Duduk dalam kesunyian lorong panjang ini. Gadis itu menunduk, Lalu ia berkata "bukankah kau berkata lorong ini tak berujung?" Aku hanya diam seribu bahasa seolah tak mengerti, "jika lorong ini tak berujung untuk apa kau trus menelusuri?" Lagi dan lagi aku diam seribu bahasa, Mencoba memahami maksudnya. "lorong ini adalah lorong kehidupanmu" "Sunyi, gelap, dan berlumpur tapi lorong ini menuju taman bunga" Dia menoleh kepadaku, Aku tersentak! Aku buka mataku dan ta