Skip to main content

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Mahasiswa dan Warga Senam Bersama


Kelompok 51, Ibu-ibu PKK dan Warga saat Foto Bersama (Dokumentasi pribadi)



LPMReference.com - Ibu-ibu PKK Kelurahan Bringin bersama mahasiswa KKN RDR angkatan 75 UIN Walisongo berinisiatif mengadakan senam sehat. Acara Senam yang dilaksanakan di balai RW desa setempat, disambut dengan antusias oleh warga. Hal ini karena momen senam sehat ini selain membuat tubuh sehat, juga mengobati kerinduan warga yang jarang bertemu sebab pandemi, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, minggu (25/10/2020).

Menurut penuturan Ketua ibu-ibu PKK, inisiatif mengadakan senam sehat selain untuk menggerakan otot-otot tubuh agar tidak kaku karena tidak senam selama 8 bulan. Juga, agar bisa menjalin silaturahmi dan memperkokoh hubungan emosional warga.

Senada dengan pernyataan ketua PKK, ibu ambar sekalu ketua RT 04 turut menyambut baik inisiatif dari Mahasiswa ini dan dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Saya sambut baik inisiatif mahasiswa dan adakan kembali senam sehat yang sudah di berhentikan sementara karena adanya wabah covid-19 untuk bersilaturahmi bersama ibu ibu PKK kembali tentu nya dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah direalisasikan oleh pemerintah" ujarnya.

Selanjutnya, setelah senam bersama selesai kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang menambah keceriaan dalam acara senam sehat tersebut. 
Dengan adanya senam ini diharapakn ibu-ibu dan warga bisa tetap sehat dan merasa senang karena sudah lama jarang bertemu.


Pewarta  : Husnul khatimah
Redaktur : Amatul Noor

Comments

Popular posts from this blog

Kecewa UKT Mahal, MABA FISIP Gelar Unjuk Rasa di Depan WR 3

      http://www.lpmreference.com Hari terakhir PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan) menjadi momentum Mahasiswa baru (Maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk unjuk rasa terkait mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Realisasi Program Ma'had tepat di depan Wakil Rektor 3, Minggu 6 Agustus 2023. Aksi yang bertempat di depan Land Mark Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tersebut di latar belakangi atas ketidakkepuasan MABA FISIP tentang UKT yang begitu mahal, UKT yang tidak tepat sasaran dan Realisasi Program Ma'had yang masih jauh dari kata memuaskan untuk para MABA. Massa Aksi membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tolak Komersialisasi Pendidikan, Tolong Kami", "Regulasi Ma'had ugal-ugalan pelan-pelan pak Rektor". Aksi yang berlangsung pada pukul 17.20 WIB, secara kebetulan tepat berada di depan Wakil Rektor 3 yaitu  Achmad Arief Budiman dan disaksikan oleh nya secara langsung. "Mari kita kawal bersama adek-adek

Fenomena Bahasa Campur-Campur ala “Anak Jaksel”

Gambar 1.1. Contoh meme yang membahas karakteristik “anak Jaksel”. Belakangan ini media sosial seperti Twitter dan Instagram ramai menyinggung fenomena tentang bentuk komunikasi yang terkenal kerap menyisipkan bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia. Cara bicara tersebut dianggap sebagai gaya bahasa anak-anak yang tinggal di Jakarta Selatan atau biasa disebut “a nak Jaksel ” . Kata yang umum dipakai antara lain adalah which is (yang), literally (secara harfiah), at least (minimal), even (bahkan), dan lain-lain. Gaya bahasa tersebut pun makin populer karena banyak selebrit as , pegiat Twitter, pegiat Instagram, dan pegiat Youtube atau video bloger juga menggunakan gaya bahasa tersebut dalam konten-konten yang mereka buat, sehingga makin marak diperbincangkan di kalangan warganet , yakni seseorang yang aktif mengakses internet, khususnya media sosial dalam kesehariannya. Mengutip tulisan tirto.id berjudul Gaya Bahasa ala “ A nak Jaksel” di Kalangan Pejabat

Kampus UIN Walisongo disebut Anti Kritik, Begini Tanggapan Mahasiswa Baru Sosiologi 2023

      http://www.lpmreference.com Kampus UIN Walisongo Semarang disebut anti kritik, hal ini diungkapkan  mahasiswa baru Sosiologi angkatan 2023. Baru-baru ini, pada pelaksanaan hari pertama PBAK terpantau ada spanduk yang terpasang di sekitar gedung FISIP UIN Walisongo Semarang diturunkan oleh pihak kampus. Spanduk tersebut berisi kritik terhadap kebijakan kampus seperti isu UKT, isu ma'had, komersialisasi pendidikan dan sebagainya.  "Bahwa pihak kampus telah membatasi ruang kebebasan ekspresi untuk mahasiswa menyuarakan suaranya." Padahal kampus seharusnya menjadi tempat pendidikan yang merdeka bagi para Mahasiswa, " ungkap Kia Mahasiswa Baru Sosiologi 2023.  Menurut Kia, bahwa adanya sebuah kritik justru akan membuat kampus menjadi lebih baik. Bukan malah dibungkam seperti itu.  Sementara itu, Gibran, Mahasiswa baru Sosiologi 2023 mengatakan bahwa isu ma'had merupakan hal yang paling krusial dan patut kita kawal bersama-sama. Namun tidak pernah  mendapatkan pe