Rindu Mencekam Tahanan Kota

Danny, adalah seorang mahasiswa yang kini tengah berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Danny memiliki perwatakan berw...


Danny, adalah seorang mahasiswa yang kini tengah berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Danny memiliki perwatakan berwajah tampan, serta memiliki pembawaan yang berwibawa tatkala dia berbicara. Danny berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan, tidak ada satupun masalah keuangan yang dialami Danny selama berkuliah, makan tiga kali sehari, tidak perlu memikirkan biaya kost, yang intinya Danny tidak pernah mempermasalahkan biaya.  

kost-an Danny pun sangat besar, ada TV, kulkas, lemari yang besar, keyboard, dan kamar mandi dalam. Meski begitu, di Kampus Danny tidak punya banyak teman karena Danny cenderung memiliki sifat Introvert, Danny lebih suka menyendiri di kampus, walau ada beberapa teman dekat Danny di Kampus. 

Selain itu, Danny tidak pernah menyisipkan sedikit uang untuk menabung, Danny mengira dirinya tidak akan pernah menjadi miskin, ia yakin hidupnya akan sejahtera terus. Danny berpikiran seperti itu karena keluarganya sudah kaya tujuh turunan, tampaknya tidak akan mungkin tiba tiba jatuh miskin. 

Pada suatu hari Danny pulang kuliah, seraya membawa makan malam junkfood. Danny membersihkan diri, setelah itu makan. Sambil makan Danny menyalakan TV, Danny sontak terkejut melihat headline berita di tv. “Virus Corona Sudah Masuk Indonesia, 2  Pasien Berasal Dari Depok”. Setelah melihat berita di TV dan tahu pasien pertama dari Depok, Danny seketika berhenti makan dan langsung menghubungi ayahnya. “Halo yah, gimana kondisi disana?” tanya Danny dengan penuh khawatir.  “Ayah sama Ibu aman di rumah, tapi ayah tetep kerja besok Dan.” penjelasan sang ayah. “Jaga kesehatan ya yah, salam buat ibu.” “iya Dan kamu juga hati hati ya", tutup Danny.

Satu minggu kemudian Kuliah dipindahkan menjadi sistem kuliah daring, dikarenakan virus Corona sudah menyebar begitu pesat.  Teman-teman Danny banyak yang pulang kampung halamannya. Sementara Danny disuruh ayahnnya untuk tetap di Semarang karena kondisi di Depok sangat parah. Danny khawatir akan keluarganya di Depok, tetapi setiap ditanya Ayah dan ibu Danny  selalu bilang sehat. Setiap mendengar kabar tersebut Danny lega, tetapi Danny tetap memikirkan keluarganya. Satu minggu kuliah daring berjalan, Danny mudah beradaptasi dengan sistem daring. 

Pagi hari di hari senin minggu kedua kuliah daring. Danny bangun dari tidurnya, Danny membuka pintu kamar kost, Danny melihat sekeliling sepi, tidak ada orang karena penghuni kost pulang kampung ke daerah masing masing. Danny melihat berita di gawai yang dipegangnya, kalau jabodetabek memberlakukan sistem lockdown. Semua masyarakat harus di rumah, transportasi ditutup. Setelah itu, Danny keluar Kost-an cari sarapan dengan motornya, terlihat jalanan tidak seramai dulu, sekarang jalanan terlampau sepi. Danny membeli roti di supermarket, Danny memakan roti tersebut sambil melihat ke arah jalanan, entah apa yang dipikirkan Danny. 

Pada malam hari Danny yang sedang makan Pizza melihat berita di TV, “Jumlah kasus positif Corona di Jabodetabek sudah mencapai sepuluh ribu, Pemerinah menghimbau seluruh warga untuk beraktifitas di rumah saja” Danny terlihat begitu khawatir dengan kondisi keluarganya di Depok. Danny keluar kamar untuk menghubungi ayahnya, suasana kost begitu sepi, tidak ada lagi teriakan, bercandaan anak kost, atau suara orang sedang memasak di dapur. “ Yah, apa kabar?” tanya Denny. “Ayah sehat, kamu gimana disana, aman aman ajakan?” Danny tersenyum “iya Danny disini aman yah” “Mau bicara sama ibu?” balas Ayah.  “boleh yah” sontak balasan Denny, terdengar suara ayah Danny memanggil Ibu “ Danny gimana kamu disana, jaga Kesehatan, cuci tangan, sama makan yang banyak biar gemuk, biar ibu gak dinyinyirin lagi sama tetangga, masa entar dibilang ibu gak ngasih kamu makan” Danny tertawa mendengar ucapan ibu. “Iya bu Danny makan banyak kok, Ibu juga jaga Kesehatan ya, jangan keluar” TUT TUT TUT sambungan terputus. Danny duduk di samping kamar, terlihat dari raut wajah Danny merasa kesepian.

Hari demi hari, minggu demi minggu, Danny menjalankan hidup dengan penuh kesepian, rindu keluarga, rindu kuliah, hingga pada suatu hari Danny yang baru memakai pakaian setelah mandi melihat gawainya, banyak panggilan tak terjawab. Kemudian, Danny menelpon ayahnya “ halo kenapa yahh?” tanya Denny penuh keheranan. “Dan, jadi gini mulai sekarang ayah gak bisa ngasih duit ke kamu dulu, perusahaan ayah bangkrut, hutang ayah juga semakin banyak dan gak bisa dibayar karena situasi lagi corona gini dan, sabar yah sekarang kamu pakai uang di tabungan kamu dulu seadanya. Gapapa ya dan maaf ya” mendengar ucapan ayah Danny sangat terkejut, rautan wajah Danny seakan tidak percaya apa yang terjadi, seakan tidak nyata. Lalu Danny menjawab “ iya yah gapapa, ayah jaga Kesehatan aja ya sama ibu”Danny mematikan handphonenya lalu menangis di kamar. Danny begitu terpukul, musibah terus terjadi dan seakan tidak pernah berhenti ke Danny.

Hari hari berikutnya, Danny lebih berhemat, sekarang Danny hanya makan dua kali sehari. Pada suatu malam Danny mencari makan di motor, Danny berhenti di warteg, Danny  membuka  dompet hanya menyisakan sepuluh ribu rupiah saja, Danny pulang ke kost-an hanya membawa nasi rames saja. Keesokan harinya Danny mengambil duit di atm dua ratus ribu. Danny melihat saldo tinggal seratus ribu, Danny harus sangat berhemat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Danny menjual TV dan kulkas demi memenuh kebutuhani hidupnya. 

Setiap harinya Danny hidup sangat hemat, hanya kuliah, hidup penuh dengan kesepian yang dibayang-bayangi dengan kekhawatiran terhadap keluarganya. Danny sebelumnya tidak pernah hidup sedepresi ini, dari yang hidup dengan serba kemewahan, kost-an yang ramai, kuliah bersama teman, menjadi hidup sederhana, tidak punya teman, sepi, hanya berkuliah saja dan sesekali keluar  untuk membeli makan di warteg, dan menghubungi keluarganya.

Pada suatu hari saat Danny sedang mengerjakan tugas kuliah ayah Danny menelpon. “Halo Dan” “iya yah ada apa? Bisnis ayah udah pulih?” Danny tampak bersemangat mendengar berita dari ayahnya “Bukan” Danny sedikit bingung “lalu apa yah?” “Ayah sama Ibu positif corona Dan” Danny lantas sangat terkejut. “ Mulai hari ini ayah sama ibu dirawat di rumah sakit, doain ayah sama ibu aja ya, nanti setiap hari jam tiga sore ayah kasih kabar perkembangannya ya, udah dulu ya Dan” setelah telepon mati, Danny yang terlihat begitu stress, perlahan lahan menangis, semakin lama tangisannya semakin keras. Danny menangis tidak berhenti, tangisannya membuat emosi Danny tidak terkendalikan Danny berkali kali memukul tembok, menendang lemari memperlihatkan betapa stressnya Danny.

Semakin hari hidup Danny semakin kacau, rambut Danny yang sangat berantakan, wajah yang tampak Lelah, selalu murung, dan kamar kost yang semakin berantakan. Hanya pesan  dari ayahnya setiap jam tiga sore yang membuat Danny tersenyum. Pada suatu malam, Danny termenung di depan keyboard, Danny hanya melamun dengan tangannya menekan asal chord keyboard. 

Sudah sepuluh minggu Danny karantina di kost-an, setiap harinya Ayah Danny mengirim pesan, foto selfie saat ayahnya dirawat hingga suatu hari jam tiga sore ayahnya tidak mengirim pesan, Danny terheran mengapa ayahnya tidak mengirim pesan, Danny berusaha berpikir positif. Pada malam harinya Danny memasak mie instan, Danny memakan mie instan sambil melihat ke arah luar, Danny melamun, Danny berharap semua musibah ini segera berakhir. Setelah makan Danny Kembali masuk kamar kost, Danny melihat banyak pesan tak terjawab dan ada sebuah chat dari omnya Danny.

Danny membuka pesan tersebut, Danny langsung terdiam, tidak bisa berkata apa- apa saat melihat pesan tersebut, Danny tidak bergerak sedikitpun hanya tubuh Danny bergetar. Pesan itu tertulis “Innalillahi wainna ilaihi rajiun, ayah lu meninggal Dan tadi siang, gua baru tau tadi pas maghrib, ibulu juga meninggal Dan innalillahi ibulu syok pas denger kabar ayah lu meninggal, dua jam setelah ayah lu meninggal ibu lu meninggal dan masya allah. Yang sabar ya Dan, nanti biar gua sama yang lain yang ngurus jenazah, yang sabar dan tabah ya Dan.” 

Danny hanya terdiam lalu bersandar di tembok, muka Danny datar tidak berekspresi, saking stressnya Danny sudah tidak bisa menangis, Danny harus menghadapi cobaan yang begitu berat, hidup sendiri, kesepian, tidak bisa pulang ke Depok, keluarganya bangkrut, kedua orang tuanya meninggal ditambah Danny tidak bisa menemaninya ke makam. Begitu stressnya Danny saat orangtuanya meninggal Danny hanya tau lewat sebuah pesan, tidak terbayang begitu cepatnya perubahan hidup seseorang.

Tiga hari kemudian, Danny memotret keyboardnya untuk dijual, Danny duduk di depan keyboard sambil bersedih, masih belum bisa melupakan betapa berat cobaan yang menimpa Danny. Danny tarik nafas perlahan, Danny memainkan dan bernyanyi sebuah lagu yang berjudul “Sabda Rindu” dari Glenn Fredly. “berteman sepi di kawan kelam. Di sudut ruang menatap hati” Danny tak kuasa menahan nangis saat bernyanyi, Danny Kembali bernyanyi sambil memainkan keyboard dengan begitu merdu “tuk selaksa relung tertawan rindu. Wahai malam kupanggil engkau bukan dengan rasa dendam.. Lepaskan s'gala syair yang meredam. Maka bawalah salam penawar sendu.” Danny tidak kuat melanjutkan nyanyiannya. Danny mematikan keyboardnya lalu membuka pintu kamar kost di pagi hari yang bercuaca mendung.

Tamat

Penulis : Erlangga Nabil Nurfalih 
Editor   : Fuizahtun Khasanah



COMMENTS

Name

Artikel,40,Artikel Lepas,31,Berita,123,Berita terkini,126,Berita.,17,Buku,2,Cerpen,2,Film,3,Foto,4,Gallery,4,Opini,2,Puisi,10,Resensi,8,Resensi Film,5,Sastra,5,Sejarah,5,Suara Fisip,2,
ltr
item
LPM REFERENCE: Rindu Mencekam Tahanan Kota
Rindu Mencekam Tahanan Kota
https://1.bp.blogspot.com/-SLfMB24BxuY/X2VmmNZNwWI/AAAAAAAABlE/lm4p-I1YuqsXGXkfvexZxrREikHWiFCIgCLcBGAsYHQ/s320/17-hal-tak-terduga-yang-dapat-memicu-terjadinya-depresi.png
https://1.bp.blogspot.com/-SLfMB24BxuY/X2VmmNZNwWI/AAAAAAAABlE/lm4p-I1YuqsXGXkfvexZxrREikHWiFCIgCLcBGAsYHQ/s72-c/17-hal-tak-terduga-yang-dapat-memicu-terjadinya-depresi.png
LPM REFERENCE
http://www.lpmreference.com/2020/09/merindu.html
http://www.lpmreference.com/
http://www.lpmreference.com/
http://www.lpmreference.com/2020/09/merindu.html
true
1873690984230655656
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy