Skip to main content

Pembuatan Taman di Titik Rawan Kriminal Oleh Posko 26 Kelurahan Gebangsari, Genuk




Pembuatan Taman Oleh Posko 26 Kelurahan Gebangsari Kecamatan Genuk


LPMReference - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT-9) posko 26 UIN Walisongo Semarang, melakukan pembuatan taman dan pemasangan plang pada titik rawan kriminal, Rabu (12/02/2020).

Kegiatan pembuatan taman merupakan program kerja dari divisi lingkungan, yang bertujuan untuk mengaktifkan lagi lahan yang sudah tidak aktif, dan terkesan kotor karna di penuhi dengan rumput liar yang tumbuh dan tidak ada pemanfaatan lahan di lokasi tersebut. Dengan diadakan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi obyek bermain bagi warga setempat dan meminimalisir kriminal yang pada awalnya lahan ini menjadi salah satu titik para kriminal menyusun rencananya.

Taman ini berkerja sama dengan Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (Disperkim), yang mana mensupport tim KKN Posko 26 di bidang tanaman. Dan selebihnya dari dana stimulan posko yang dimanfaatkan untuk membuat taman dan kebutuhan taman lainnya seperti mengecat tembok agar lebih berwarna dan menambah pencahayaan agar di tempat ini tidak rawan kejahatan lagi.

“Alasan dari dibuatnya taman ini guna untuk menghijaukan kembali permukiman warga yang berfungsi memperindah lingkungan tersebut dan memberi resapan air disaat terjadi banjir” ujar Firman dwi putra dari divisi lingkungan.

Reporter : Dery Mukarram
Redaktur : Fuizahtun Khasanah

Comments

Popular posts from this blog

Fenomena Bahasa Campur-Campur ala “Anak Jaksel”

Gambar 1.1. Contoh meme yang membahas karakteristik “anak Jaksel”. Belakangan ini media sosial seperti Twitter dan Instagram ramai menyinggung fenomena tentang bentuk komunikasi yang terkenal kerap menyisipkan bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia. Cara bicara tersebut dianggap sebagai gaya bahasa anak-anak yang tinggal di Jakarta Selatan atau biasa disebut “a nak Jaksel ” . Kata yang umum dipakai antara lain adalah which is (yang), literally (secara harfiah), at least (minimal), even (bahkan), dan lain-lain. Gaya bahasa tersebut pun makin populer karena banyak selebrit as , pegiat Twitter, pegiat Instagram, dan pegiat Youtube atau video bloger juga menggunakan gaya bahasa tersebut dalam konten-konten yang mereka buat, sehingga makin marak diperbincangkan di kalangan warganet , yakni seseorang yang aktif mengakses internet, khususnya media sosial dalam kesehariannya. Mengutip tulisan tirto.id berjudul Gaya Bahasa ala “ A nak Jaksel” di Kalangan Pejabat

Suatu Pembelajaran dari “Your Lie in April”

Sumber foto: Meownime.com Judul Anime   : Shigatsu wa Kimi no Uso Genre              : Drama, Roman, Musik Sutradara       : Kyohei Ishiguro Produser         : A-1 Pictures Rilis                 : 10 Oktober 2014 Episode           : 22 Durasi             : 22 Menit per Episode Peresensi        : Afief Zainul Anime Your Lie in April atau lebih dikenal dengan nama aslinya Shigatsu wa Kimi no Uso (harfiah: Kebohonganmu di Bulan April ) layak menjadi sebagai salah satu anime terbaik. Pasalnya, anime ini mempunyai alur cerita yang mengesankan dengan dipadu sajian sinematik dan musik yang menarik. Anime bergenre roman, drama, dan musik ini mampu menggugah simpati penontonnya. Wajar anime ini sampai sekarang dijadikan rekomendasi bagi penyuka anime drama. Anime yang diadaptasi dari serial manga Jepang ini pertama kali disiarkan pada Oktober 2014. Selang dua tahun, anime ini memenangkan penghargaan 2016 Sugoi Japan Awards kategori serial anime TV. Anime in

Lorong Kehidupan

Ilustrasi Sebuah lorong ~ Oleh : Rilliani salma ~ Pada malam itu, Aku berada di sebuah lorong panjang Berjalan dengan suasana sepi sunyi, Lorong itu seperti tak berujung, Aku terus menelusuri lorong gelap itu dengan seorang diri, Jalannya yang penuh dengan lumpur , Memaksakan aku untuk berjalan dengan sekuat tenaga. Aku berhenti, Bukan karena tak mampu meneruskannya, Aku hanya bingung siapa gadis itu, Aku perhatikan saksama gadis yang sedang duduk, Duduk dalam kesunyian lorong panjang ini. Gadis itu menunduk, Lalu ia berkata "bukankah kau berkata lorong ini tak berujung?" Aku hanya diam seribu bahasa seolah tak mengerti, "jika lorong ini tak berujung untuk apa kau trus menelusuri?" Lagi dan lagi aku diam seribu bahasa, Mencoba memahami maksudnya. "lorong ini adalah lorong kehidupanmu" "Sunyi, gelap, dan berlumpur tapi lorong ini menuju taman bunga" Dia menoleh kepadaku, Aku tersentak! Aku buka mataku dan ta