Skip to main content

Tasyakuran Wisuda Angkatan Pertama FISIP UIN Walisongo


LPMReference.com - Program studi ilmu sosiologi dan Ilmu politik, Fakultas ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) walisongo tengah berbahagia. Pasalnya Sebanyak 10 orang dari angkatan Pertama atau angkatan 2015 yang terdiri 7 orang dari ilmu sosiologi dan 3 orang dari ilmu politik, akan mengikuti wisuda UIN pada tanggal 28 Agustus ini. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung A UIN Walisongo ini, merupakan bentuk syukur sekaligus momen bersejarah, Karena untuk pertama kalinya fakultas FISIP akan menyambut para wisudawan pertamanya.

Acara syukuran juga Diikuti oleh seluruh jajaran civitas akademik, meliputi Dosen, wakil Dekan, Dekan dan Mahasiswa. Pada acara tersebut, pembukaan dan pemotongan tumpeng dilakukan oleh Dekan FISIP UIN Walisongo: Dr. Muhyar Fanani. M.Ag. Dalam kesempatan itu, Dekan berpesan bahwa setelah lulus dari UIN Walisongo bukan berarti telah selesai, akan tetapi setiap ucapan, tindakan, dan perbuatan harus lebih bernilai daripada selembar ijazah. Untuk itulah, beliau berpesan agar selalu berushaa keras demi mewujudkan cita yang diinginkan.

Dalam Acara Tasyakuran tersebut, ada momen unik dalam perayaan ini. Dari perwakilan Dosen, Ketua Program Studi (Kaprodi) Sosiologi, Dr. Mohammad Parmudi M.Si, berkesempatan memberikan penampilan puisinya. Lantas hal tersebut, mewarnai acara tasyakuran dengan riuh bercampur dengan sorak sorai dari mahasiswa. Inti dari Puisi Kaprodi berpesan bahwa, semoga sepuluh orang yang lulus ini, adalah sepuluh orang pemuda yang menggoncangkan dunia, sebagaimana kutipan soekarno:”berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan aku goncangkan Dunia”.


Selain Tasyakuran, Pesan-kesan dan doa dari berbagai elemen turut mewarnai kegiatan ini, anatar lain dari jajaran Dosen Ilmu Sosiologi dan Politik, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Organisasi minat dan bakat (UKM), Dewan eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) dan Senat Mahasiswa Fakultas (Sema F), semuanya mendoakan agar yang belum wisuda dapat segera menyelesaikan kuliah dan wisuda. Aamiin

Reporter: Dery Mukarram
Editor: Amatul Noor

Comments

Popular posts from this blog

Kecewa UKT Mahal, MABA FISIP Gelar Unjuk Rasa di Depan WR 3

      http://www.lpmreference.com Hari terakhir PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan) menjadi momentum Mahasiswa baru (Maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk unjuk rasa terkait mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Realisasi Program Ma'had tepat di depan Wakil Rektor 3, Minggu 6 Agustus 2023. Aksi yang bertempat di depan Land Mark Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tersebut di latar belakangi atas ketidakkepuasan MABA FISIP tentang UKT yang begitu mahal, UKT yang tidak tepat sasaran dan Realisasi Program Ma'had yang masih jauh dari kata memuaskan untuk para MABA. Massa Aksi membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tolak Komersialisasi Pendidikan, Tolong Kami", "Regulasi Ma'had ugal-ugalan pelan-pelan pak Rektor". Aksi yang berlangsung pada pukul 17.20 WIB, secara kebetulan tepat berada di depan Wakil Rektor 3 yaitu  Achmad Arief Budiman dan disaksikan oleh nya secara langsung. "Mari kita kawal bersama adek-adek

Fenomena Bahasa Campur-Campur ala “Anak Jaksel”

Gambar 1.1. Contoh meme yang membahas karakteristik “anak Jaksel”. Belakangan ini media sosial seperti Twitter dan Instagram ramai menyinggung fenomena tentang bentuk komunikasi yang terkenal kerap menyisipkan bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia. Cara bicara tersebut dianggap sebagai gaya bahasa anak-anak yang tinggal di Jakarta Selatan atau biasa disebut “a nak Jaksel ” . Kata yang umum dipakai antara lain adalah which is (yang), literally (secara harfiah), at least (minimal), even (bahkan), dan lain-lain. Gaya bahasa tersebut pun makin populer karena banyak selebrit as , pegiat Twitter, pegiat Instagram, dan pegiat Youtube atau video bloger juga menggunakan gaya bahasa tersebut dalam konten-konten yang mereka buat, sehingga makin marak diperbincangkan di kalangan warganet , yakni seseorang yang aktif mengakses internet, khususnya media sosial dalam kesehariannya. Mengutip tulisan tirto.id berjudul Gaya Bahasa ala “ A nak Jaksel” di Kalangan Pejabat

Kampus UIN Walisongo disebut Anti Kritik, Begini Tanggapan Mahasiswa Baru Sosiologi 2023

      http://www.lpmreference.com Kampus UIN Walisongo Semarang disebut anti kritik, hal ini diungkapkan  mahasiswa baru Sosiologi angkatan 2023. Baru-baru ini, pada pelaksanaan hari pertama PBAK terpantau ada spanduk yang terpasang di sekitar gedung FISIP UIN Walisongo Semarang diturunkan oleh pihak kampus. Spanduk tersebut berisi kritik terhadap kebijakan kampus seperti isu UKT, isu ma'had, komersialisasi pendidikan dan sebagainya.  "Bahwa pihak kampus telah membatasi ruang kebebasan ekspresi untuk mahasiswa menyuarakan suaranya." Padahal kampus seharusnya menjadi tempat pendidikan yang merdeka bagi para Mahasiswa, " ungkap Kia Mahasiswa Baru Sosiologi 2023.  Menurut Kia, bahwa adanya sebuah kritik justru akan membuat kampus menjadi lebih baik. Bukan malah dibungkam seperti itu.  Sementara itu, Gibran, Mahasiswa baru Sosiologi 2023 mengatakan bahwa isu ma'had merupakan hal yang paling krusial dan patut kita kawal bersama-sama. Namun tidak pernah  mendapatkan pe