Skip to main content

Junjung Tinggi Budaya Jawa, FISIP Ambil Tema Local Wisdom di PBAK 2018


Penyambutan Maba FISIP oleh panitia



LPM Reference.com - Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, resmi dibuka oleh Muhyar Fanani selaku Dekan FISIP UIN Walisongo, Senin (27/8) di aula gedung A FISIP lantai III.

Dengan tema local wisdom panitia kompak mengenakan baju batik lurik  dan pakaian adat Jawa oleh beberapa dosen. Dalam sambutannya, Muhyar Fanani mengatakan bahwa pemakaian pakaian adat Jawa dalam penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) FISIP merupakan salah satu simbol kita akan terus memegang local wisdom.

“Kearifan lokal yang secara turun-temurun dipelihara oleh nenek moyang hingga diwariskan kepada kita, perlu kita lestarikan dan kembangkan” ungkap Muhyar dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Ichsan hermawan selaku ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FISIP menyatakan bahwa, tema yang diusung FISIP merupakan salah satu poin dari unity of science.

Ichsan menambahkan, bahwa dia ingin meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap budaya khususnya budaya Jawa. Hal tersebut dikarena UIN Walisongo terletak di Jawa Tengah dan banyak mahasiswa yang berasal dari Jawa kuliah di UIN Walisongo. Harapan Ichsan untuk Maba FISIP, dapat menjadi agen perubahan dalam pergerakan mahasiswa di masyarakat.

Reporter: Lilik Puji Astuti
Editor : Arina Salsabila

Comments

Popular posts from this blog

Kecewa UKT Mahal, MABA FISIP Gelar Unjuk Rasa di Depan WR 3

      http://www.lpmreference.com Hari terakhir PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan) menjadi momentum Mahasiswa baru (Maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk unjuk rasa terkait mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Realisasi Program Ma'had tepat di depan Wakil Rektor 3, Minggu 6 Agustus 2023. Aksi yang bertempat di depan Land Mark Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tersebut di latar belakangi atas ketidakkepuasan MABA FISIP tentang UKT yang begitu mahal, UKT yang tidak tepat sasaran dan Realisasi Program Ma'had yang masih jauh dari kata memuaskan untuk para MABA. Massa Aksi membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tolak Komersialisasi Pendidikan, Tolong Kami", "Regulasi Ma'had ugal-ugalan pelan-pelan pak Rektor". Aksi yang berlangsung pada pukul 17.20 WIB, secara kebetulan tepat berada di depan Wakil Rektor 3 yaitu  Achmad Arief Budiman dan disaksikan oleh nya secara langsung. "Mari kita kawal bersama adek-adek

Fenomena Bahasa Campur-Campur ala “Anak Jaksel”

Gambar 1.1. Contoh meme yang membahas karakteristik “anak Jaksel”. Belakangan ini media sosial seperti Twitter dan Instagram ramai menyinggung fenomena tentang bentuk komunikasi yang terkenal kerap menyisipkan bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia. Cara bicara tersebut dianggap sebagai gaya bahasa anak-anak yang tinggal di Jakarta Selatan atau biasa disebut “a nak Jaksel ” . Kata yang umum dipakai antara lain adalah which is (yang), literally (secara harfiah), at least (minimal), even (bahkan), dan lain-lain. Gaya bahasa tersebut pun makin populer karena banyak selebrit as , pegiat Twitter, pegiat Instagram, dan pegiat Youtube atau video bloger juga menggunakan gaya bahasa tersebut dalam konten-konten yang mereka buat, sehingga makin marak diperbincangkan di kalangan warganet , yakni seseorang yang aktif mengakses internet, khususnya media sosial dalam kesehariannya. Mengutip tulisan tirto.id berjudul Gaya Bahasa ala “ A nak Jaksel” di Kalangan Pejabat

Kampus UIN Walisongo disebut Anti Kritik, Begini Tanggapan Mahasiswa Baru Sosiologi 2023

      http://www.lpmreference.com Kampus UIN Walisongo Semarang disebut anti kritik, hal ini diungkapkan  mahasiswa baru Sosiologi angkatan 2023. Baru-baru ini, pada pelaksanaan hari pertama PBAK terpantau ada spanduk yang terpasang di sekitar gedung FISIP UIN Walisongo Semarang diturunkan oleh pihak kampus. Spanduk tersebut berisi kritik terhadap kebijakan kampus seperti isu UKT, isu ma'had, komersialisasi pendidikan dan sebagainya.  "Bahwa pihak kampus telah membatasi ruang kebebasan ekspresi untuk mahasiswa menyuarakan suaranya." Padahal kampus seharusnya menjadi tempat pendidikan yang merdeka bagi para Mahasiswa, " ungkap Kia Mahasiswa Baru Sosiologi 2023.  Menurut Kia, bahwa adanya sebuah kritik justru akan membuat kampus menjadi lebih baik. Bukan malah dibungkam seperti itu.  Sementara itu, Gibran, Mahasiswa baru Sosiologi 2023 mengatakan bahwa isu ma'had merupakan hal yang paling krusial dan patut kita kawal bersama-sama. Namun tidak pernah  mendapatkan pe